24.9.10

Anak anak Indonesia kehilangan IQ karena kekurangan Yodium? sebuah kliping dan kesedihan kita



Kapanlagi.com (27/4/06) - Anak-anak di daerah pantai, yang notabene berada dekat dengan sumber Yodium (Iodine), diindikasikan mulai mengalami kekurangan zat gizi mikro itu dan menderita Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY).
Kepala Subdit Bina Kewaspadaan Gizi Direktorat Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tatang S Falah di Jakarta, Kamis , mengatakan sekitar 30% anak yang tinggal di daerah pantai di wilayah Maluku dan Maluku Utara mengalami gangguan akibat kekurangan Yodium.
"Menurut survei 30% anak-anak di wilayah pantai Maluku dan Maluku Utara menderita GAKY. Hasil pemeriksaan menunjukkan anak-anak itu mengalami pembesaran kelenjar gondok," katanya.Beberapa kecamatan di Cilacap (Jawa Tengah), yang merupakan daerah pantai, juga dinyatakan sebagai daerah endemis penyakit gondok--pembesaran kelenjar gondok akibat kekurangan yodium....

Sedangkan kondisi status kecukupan Yodium pada anak-anak yang tinggal di daerah pantai di Indonesia lainnya, menurut Falah, hingga kini belum diteliti secara menyeluruh.
"Di daerah yang lain belum diteliti. Tapi kami bekerjasama dengan pusat Studi Pangan dan Gizi Masyarakat di setiap daerah untuk melakukan pengkajian soal itu," jelasnya.
Padahal sebelumnya gangguan itu umumnya diderita oleh populasi yang tinggal di daerah pegunungan, yang tidak bisa mendapatkan cukup sumber Yodium.
Sementara kondisi status kecukupan Yodium di Tanah Air, menurut survei terakhir Departemen Kesehatan tahun 2003, menunjukkan sebanyak 3,85% kabupaten di Indonesia merupakan daerah endemik ringan GAKY, 13,1% kabupaten merupakan daerah endemik sedang dan 8,2% kabupaten daerah endemik berat. Falah mengatakan penyebab GAKY pada anak-anak yang tinggal di kawasan pantai hingga kini belum diketahui secara pasti.
"Salah satu hipotesisnya adalah karena pencemaran, tapi itu belum diketahui secara pasti. Sekarang masih diteliti oleh peneliti dari UNHAS, UNAIR dan UI," katanya.Namun, ia melanjutkan, menurut hasil penelitian di sejumlah negara kekurangan Yodium pada anak-anak yang tinggal di daerah pantai terjadi karena hambatan penyerapan Yodium.
"Di berbagai negara itu terjadi karena adanya hambatan penyerapan Yodium karena ada timah hitam, sianida," katanya. 
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selain menyebabkan penyakit gondok, kekurangan asupan Yodium pada anak juga menyebabkan penurunan kemampuan belajar dan kerusakan otak.
Anak-anak yang mengalami kekurangan 
Yodium juga berpotensi kehilangan kemampuan intelektualnya, mereka bisa kehilangan 10 hingga 15 poin kapasitas intelektualnya (Intelligence Quotient/IQ).
PEMBAHASAN :


Benarkah kekurangan yodium bisa membuat anak bodoh atau tidak cerdas? Mungkin sulit dipercaya. (dudung.net 27/2/07)
Kenyataannya, pengaruh zat yang satu ini bagi kecerdasan adalah bagaikan garam dalam sayur. Walaupun sedikit, tapi sangat diperlukan. Akibat kekurangan yodium, bangsa kita dilaporkan telah kehilangan 140 juta angka IQ (Intelligence Quotient point), yakni angka yang menunjukkan tingkat kecerdasan seseorang. Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi penerus bangsa kita.

POLA MAKAN SEIMBANG
Perkembangan kesehatan dan kecerdasan anak sudah dimulai sejak dalam kandungan. Bila selama hamil pola makan ibu cukup baik dan seimbang, maka beragam jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh, termasuk yodium akan terpenuhi.

Yodium termasuk zat gizi mikro esensial. Artinya, hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit oleh tubuh. Meskipun demikian, apabila zat ini tidak terdapat dalam tubuh, banyak proses metabolisme yang akan terganggu. Satu di antara sejumlah proses metabolisme yang membutuhkan unsur yodium adalah pembentukan hormon tiroid.

Hormon tiroid dibentuk oleh kelenjar tiroid atau kelenjar gondok yang terletak pada leher bagian depan, dekat jakun. Hormon ini berfungsi membantu proses perkembangan dan pematangan otak, yang berlangsung sejak janin masih berada di dalam kandungan, hingga lahir dan tumbuh dewasa. Pada keadaan normal, janin mulai memproduksi hormon tiroid ketika kehamilan mencapai umur 10-12 minggu.

Kualitas bayi memang sangat dipengaruhi oleh keadaan gizi calon ibu selama hamil. Bila kekurangan satu unsur saja, misalnya yodium, maka proses tumbuh kembang janin menjadi terganggu. Produksi hormon tiroid pun akan terganggu, sehingga jumlahnya berkurang. Timbullah keadaan yang disebut hipotiroidisme. Kalau definisi yodium ini terjadi pada saat usia kehamilan memasuki bulan ke tujuh, maka janin bisa mengalami kekerdilan (kretinisme). Anak-anak yang menderita kelainan fisik seperti itu, pada umumnya tidak dapat mencapai perkembangan mental yang optimal. Hal ini terjadi karena bagian otak yang disebut korteks serebral (selaput otak besar) tidak berkembang dengan baik. Terhambatnya perkembangan bagian otak tersebut mengakibatkan jumlah dan besarnya sel-sel neuron (sel saraf) yang terbentuk di otak menjadi berkurang. Selain itu, sel saraf yang disebut akson maupun dendrit juga tidak berkembang dengan sempurna.

GANGGUAN LAIN
Selain akan mmempengaruhi tingkat kecerdasan anak, yang kita tahu selama ini, kekurangan yodium akan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok. Padahal, banyak gangguan lain yang juga bisa muncul. Misalnya saja, kekurangan yodium yang dialami janin akan mengakibatkan keguguran maupun bayi lahir meninggal, atau meninggal beberapa saat setelah dilahirkan. Bahkan telah banyak bayi yang terganggu perkembangan sistem saraf dan geraknya.

Selama masa pertumbuhan dan perkembangan, kebutuhan tubuh akan yodium memang harus selalu dipenuhi. Karena kalau tidak, hipotiroidisme akan terus 'mengancam'. Baik bayi, anak, remaja, bahkan dewasa muda tetap mempunyai peluang terserang penyakit gondok, gangguan fungsi mental dan fisik, maupun kelainan pada sistem saraf. Semua penyakit dan berbagai kelainan lainnya yang disebabkan oleh defisiensi unsur kimia berlambang "I" ini , kini disebut dengan GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium).

HASIL LAUT BANYAK MENGANDUNG YODIUM ( lalu mengapa bisa terjadi? )
Dengan mengkonsumsi yodium dalam porsi yang cukup, maka berbagai gangguan yang diesbutkan di atas bisa dihindari. Di dalam tubuh kita, sebenarnya kandungan yodium relatif sedikit, biasanya hanya 15 hingga 20 miligram. Sementara itu, untuk proses pertumbuhan dan perkembangan , tubuh kita membutuhkan sekitar 150 mg per hari (0,10-0,15 gram). Kalau kebutuhan ini tidak ditambah terus secara rutin melalui makanan, lama kelamaan yodium yang tersedia di dalam tubuh akan terus berkurang.

Bahan makanan yang cukup banyak mengandung yodium adalah yang berasal dari laut. Dalam ikan laut bisa mencapai 830 mg/kg. Bandingkan dengan daging yang kandungan yodiumnya hanya 50 mg/kg, dan telur hanya 93 mg/kg. Selain ikan laut, cumi-cumi juga mengandung yodium cukup tinggi, yaitu sekitar 800 mg/kg. Yang paling tinggi kandungan yodiumnya adalah rumput laut (ganggang laut), khususnya yang berwarna coklat.*

Banyaknya yodium yang dibutuhkan tubuh kita per hari, minimal sekitar 100 mg. Karena itu, kalau kita mengkonsumsi ikan laut basah sebanyak 100 g/hari**, artinya sudah mencukupi. Atau, kalau rumput laut coklat diolah menjadi hidangan yang lezat, dengan 2-5 gr/hari/orang, kebutuhan yodium sekeluarga sudah dapat terpenuhi.

Sumber yodium lain yang mudah kita temui adalah garam. Yang dimaksud di sini adalah garam beryodium dengan kadar yodium antara 30-80 ppm (part per million). Kadar ini sesuai dengan Keppres RI no 69 th 1995 tentang kadar KIO (kalium yodat) di dalam garam dapur yang memenuhi standar industri Indonesia.



dua hal penting yang belum disebutkan dalam kliping berita diatas adalah :
1. YODIUM mudah rusak oleh panas, oleh karena itu disarankan pemberian garam saat masak sebaiknya pada akhir proses dari  memasak, bukan pada awal memasak.

2. jika memang benar YODIUM amat kaya dari lautan kita, namun saat ini mulai ada kasus kurangnya yodium walaupun tinggal dan makan dari sekitar laut, maka perlu ada yang benar-benar serius mencari penyebabnya ?? atau generasi muda penerus kita makin parah terpuruk dalam kebingungan melihat derasnya arus blackbery yang tidak melibatkan mereka dan sulitnya mencerna pelajaran di SD Inpres karena otak adik adik kita ini kekurangan salah satu elemen esensial yang sebenarnya melimpah jumlahnya di Indonesia "YODIUM"

bacaan lanjut : pencemaran udara membuat IQ rendah penghematbbmeft.blogspot.com

5 komentar:

Dea Punya | Blogger Ciamis mengatakan...

Kunjungan perdana. saya sudah follow, ditunggu follow back nya..
sekalian juga tukeran link okay... link sudah terpasang di link sahabat..... ditunggu responya...

Knowledger80 mengatakan...

terimakasih sudah berkunjung, saya segera bertamu juga :)

om rame mengatakan...

akibat dari menterbeLakangan haL-haL keciL merupakan saLah satu pemicu akan terjadinya suatu haL yang sangat besar, seperti haLnya yodium. mengingat untuk mengkonsuminya mudah dengan harga yang murah, kerap disepeLekan. sehingga Langkah-Langkah pencegahan tidak berjaLan sebagaimana mestinya.
sangat disayangkan sekaLi dan menjadi keprihatinan tersendiri daLam menyimak reaLitas ini.

johan knowledge mengatakan...

@omRame: mungkin kelak bila para pemangku kebijakan sadar, tidak sulit untuk membuat peraturan yg membuat garam di indonesia wajib beryodium, namun tidak dengan cara import, justru dgn cara menambah nilai garam "made in indonesia" +yodium yg akhirnya negara kita terkenal dgn pengekspor garam berkualitas. a dream, dan juga pengguna garam berkualitas , jgn cuma ekspor aje :P

om rame mengatakan...

benar Mas, jadi Lucu beberapa hari LaLu saya baca di koran (katanya) negara kita harus mengimpor garam karena produksi muLai menurun akibat dari curah hujan yang beLakangan ini cukup tinggi.

padahaL kaLau mau dikembangkan, bisa memanfaatkan teknoLogi modern untuk bisa memproduksi garam Lebih banyak Lagi. karena negeri ini, kaLau hanya untuk menyediakan bahan baku garam sepertinya enggak akan kekurangan dech.

Lainnya Lagi, yah itu masa untuk keLas ekspor di kasih garam yang mutu tinggi sementara untuk kebutuhan daLam negeri pada yang kuaLitas second Line. memang secara bisnis harus demikian, tapi mbok ya diseimbangkan kuaLitasnya antara kebutuhan untuk daLam negeri maupun untuk ekspor.